Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan garis aqidah, syariat dan akhlak islam. Salah satu metode dakwah yang diajarkan Rasulullah SAW. adalah dengan cara khotbah, baik itu Khotbah Jumat, maupun Khotbah pada 2 hari raya.

Sebagai bentuk kepedulian akan dakwah ini, Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN) menggelar sebuah Pelatihan Khotib Jum’at selama dua hari Sabtu-Ahad (22-23/11) untuk Mahasantri PMAN dan Ta’mir Masjid Al-Hidayah yang berlokasi di Ruang belajar 2 PMAN dan Lantai 1 dan 2 Masjid Al-Hidayah.

Rangkaian acara yang dimulai sejak Sabtu ba’da ashar ini diawali dengan materi Fiqih Khotbah yang disampaikan oleh Al-Ustaz Abu Abdurrahman bertempat di Lantai 2 Masjid Al-Hidayah. Beliau menyampaikan bagaimana sistematika Khotbah Jum’at menurut Islam sebagaimana mestinya.

Tak hanya fiqih yang diangkat, setelah ba’da isya bertempat di Ruang Belajar 2 PMAN materi dilanjutkan oleh Al-Ustaz Abu Ayyub, yang mengangkat tema Fanul Khitobah atau seni di dalam berbicara dalam menyampaikan ceramah.

Sebagaimana yang dipaparkan beliau, dalam khotbah harus ada nilai-nilai yang harus sampai ke telinga jama’ah diantaranya menyampaikan pesan , mempengaruhi, memotivasi untuk melakukan kebaikan itu dan kemudian menunjukkan cara jalannya sehingga tidak terjatuh kepada perkara-perkara yang dilarang.

“Kita harus mempunyai gaya bahasa, kita harus mempunyai kemampuan yang bagus, namanya menyampaikan sekaligus mempengaruhi. Maka tidak bisa namanya khotbah cuma baca, cuma baca fatal akibatnya, pasti tidur semua itu, padahal beda. Kalau tersampaikan pesan mungkin tapi nilainya itu tidak seberapa.” Jelasnya.

Ustaz Abu Ayyub pun menambahkan yang perlu diingat sebagai kekuatan dalam berkhotbah yang utama adalah memohon kepada Allah agar khotbah itu tersampaikan, karena kapasitas kekuatan ruhiyah seseorang berbeda.

Pelatihan ini dihadiri setidaknya 18 orang Mahasantri PMAN dan ta’mir Masjid Al-Hidayah. Bertindak sebagai fasilitator, Ustaz Akhyar dan Ustaz Bawi’ menjadi pengulas dari yang disampaikan mahasantri dan ta’mir. Rangkaian inti dari agenda Pelatihan Khotib ini, dimulai sejak ba’da shubuh yang mana setiap peserta pelatihan diberi alokasi waktu 5 menit untuk menyampaikan Khotbah, dimulai dari Salam, Muqadimah, materi hingga Khotbah kedua dikumandangkan.

Fajar selaku peserta sekaligus ketua pelaksana agenda pelatihan khotbah ini, berharap nantinya setiap mahasantri PMAN dan ta’mir masjid Al-Hidayah dapat menjadikan PMAN dan Al-Hidayah sebagai penyuplai setidaknya untuk masyarakat yang memerlukan khotib, tak hanya rutin maupun siap untuk menjadi pengganti bagi masjid yang membutuhkan tenaga penyebar da’wah bagi umat muslim ini.

“Jadi harapannya Al-Madinah dan Ta’mir Al-Hidayah itu menjadi Khotib masjid Yogyakarta, kita tidak hanya pasif dalam artian duduk dan bila khotib pergi kita hanya ikut pergi, tidak, kita berani mengisi, jadi kita sebagai referensi-lah untuk khotib-khotib Yogyakarta”, pungkasnya.

Ustaz Akhyar sebagai salah satu fasilitator pada simulasi pelatihan khotbah juma’at ini berharap agar mahasantri dan ta’mir siap bila ditunjuk sebagai pengganti para Khotib yang berhalangan hadir.

“Lakukan persiapan setiap malam jum’at, meskipun tidak ada jadwal, jika antum bisa rutin ini insyaallah suatu hari kelak antum tidak perlu persiapan lagi, antum sudah punya bekal sendiri, misalnya seperti ini yang susah diwal-awal, kalau antum bisa melewati 3x khotbah, insyaallah setelahnya itu akan mudah insyaallah ”. jelasnya.