Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, Lc,. MA terpilih secara aklamasi melalui musyawarah mufakat sebagai Ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara yang pertama. Pemilihan berlangsung secara tertib tanpa proses yang berbelit-belit. Sebab mayoritas peserta muktamar mencalonkan Ustad ketua DPP WI tersebut sebagai ketua.

Sebelumnya semua delegasi perwakilan negara-negara ASEAN menyepakati, bahwa Ketua berasal dari Indonesia selaku tuan rumah pelaksanaan deklarasi dan muktamar pertama. “Kami peserta dari luar Indonesia menyepakati supaya yang menjadi ketua dari rabithah ini adalah dari Indonesia”, ujar salah satu peserta muktamar.ucapan-selamat-kepada-ustadz-zaitun-702x336

Alasan mayoritas peserta muktamar menunjuk ustad Zaitun sebagai ketua karena beliau dianggap paling layak diantara semua anggota Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN. Beliau memiliki jaringan yang luas dan hubungan baik dengan berbgai pihak. “Karena lembaga ini baru, maka dibutuhan sosok ketua yang memiliki pengalaman organisasi, punya jaringan kader yang solid serta koneksi dan hubungan baik dengan berbagai kalangan”, jelas DR. Mu’inudinillah Bashri saat menyampaikan pandangan pada pleno pemilihan ketua.

Senada itu Ustad. Ismail Umar, delegasi Malaysia mengemukakan alasan lain yaitu karena Ustad merupakan salah satu penggagas utama pendirian Ikatan Ulama dan Da’i ASEAN. “Oleh karena Syekh Muhammad Zaitun merupakan salah satu inisiator sekaligus Ketua Stering Comite (SC) Deklarasi dan Muktamar Pertama ini, maka kami mengusulkan beliau sebagai ketua rabitah ini”, jelasnya.

Dalam sambutannya Ustad Zaitun memita kepada seluruh peserta untuk bekerja dan bekerjasama dengan sungguh-sungguh. “Mari bersama bersungguh-sungguh karena inilah tujuan diidirikannya ikatan ini”, ujarnya. “Kita malu kepada ummat berkumoul dalam forum mukmatam ini lalu keluar tanpa konribusi apa-apa kepada ummat”, pungkasnya.

Adapun Jabatan Sekretariat Jenderal (Sekjen) dijabat oleh DR. Jeje Zainuddin, M.Hum. Beliau adalah Wakil Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Indonesia (MIUMI) bidang hukum dan mantan ketua Pemuda Persatuan Islam (Persis).